Selasa, 19 April 2011

Cara Mengganti Nama Blog di Wordpress

Aku punya blog lain di wp selain blog ku yang ini. Buatnya sudah lama, kira-kira 3 bulan yang lalu. Waktu buat sebenarnya asal-asalan sih dan belum kuisi content atau artikel apa pun. Singkat cerita setelah 3 bulan berlalu. aku ingat kembali blog ku itu. Aku pun berniat menulis artikel di blog itu. Tetapi setelah kupikir-pikir....kok isi blog ku kayakx kurang sinkron dengan judul blog ya....Ah....padahal aku sudah survey keyword, kalau namanya blognya keluar jalur kan sayang sekali, hehe...
Jadinya saya searching di google cara merubah nama blog di wp tapi hasilnya nihil, katanya freeblog tidak bisa merubah domain cuma bisa export data ke blog baru, yaaa...itu sih sama aja saya bikin blog baru,hufth....
Tidak menyerah aku pun mencari-cari sendiri caranya dan hehe...akhirnya ketemu juga. Prosesnya amat mudah dan cepat. Begini nih caranya :

Masuk ke Dashboard >>> My Blogs>>>Di bagian Address>>>Arahkan mouse ke nama Blog>>>Pilih Change Blog Adrdress>>>Tulis nama Blog yang baru>>>Confirm>>>Centang sesuai pilihan>>>Save
Mudah bukan?!sekarang nama blog wp saya sudah berubah sesuai dengan keinginan :-)

Minggu, 27 Maret 2011

Sepekan di Perantauan

Masih teringat pertama kali saat melihat SK CPNS seminggu yang lalu, tertulis di depan amplop "Kepada Yth. Qurata Ayuni BPPKI Manado". Hmmm.....Manado rupanya, disana kan ada adek dan papaku sehingga aku pun berusaha untuk tetap merasa biasa saja. Toch aku tidak akan kesepian karena akan ada mereka di dekatku. Mamaku juga tidak khawatir aku bertugas di sini malah kurasa beliau orang yang paling senang aku di Manado (Terlihat dari raut wajahnya yang tak sedikitpun sedih saat keberangkatanku). 
Dan di sinilah aku sekarang, di kamar kos ku yang pertama kali. Dulu waktu SMA sampai kuliah betapa ingin aku berkos-kos ria, alasannya standar ingin bebas, ingin fokus dan alasan lain yang langsung direject oleh keluargaku. Entahlah....mungkin waktu itu mereka pikir umurku masih belum siap untuk dilepaskan sendiri. Sekarang aku benar-benar jadi anak kos. Hari pertama merintis kehidupn sebagai anak kos begitu ribet. Masalahnya adalah aku tidak melakukan persiapan apa pun. Dari Makassar yang kubawa hanya pakaian, buku, alat mandi dan laptop. makanya waktu di bandara dan kulihat barang-barang yang dibawa temanku, sontak aku terheran-heran dan terkagum-kagum.Seperti orang mau pindah rumah saja kataku dalam hati.Nahhhh...sekarang baru kusadari semuanya,ternyata memang aku yang kekurangan barang :-(, selimut pun lupa bawa :-( hufth....untunglah ada papa dan adikku yang menemani dan mengurus semua keperluanku.Punya kamar kos ternyata ribet, paling tidak awalnya ribet.Harus mengolah kamar menjadi senyaman mungkin dan memaksakan diri nyaman like home.Whaaaaat????bedalah ini dengan rumahku di makassar (banged...).tapi harus terbiasa, malah sepertinya aku bisa dibilang salah satu orang yang beruntung dibandingkan teman-temanku yang lain, mereka betu-betul merantau tanpa sanak keluarga. Sendirian di kampung orang bukanlah perkara mudah,kecuali orang yang memiliki tingkat sosialis yang tinggi. Tapi bagiku sepertinya membutuhkan waktu sebulan ke depan untuk beradaptasi.Agak lama ya???sebenarnya kuprediksi seperti itu karena aku punya kendala dalam hal bahasa.Orang manado paling suka menyingkat-nyingkat bahasa, kata "sudah" diganti menjadi "so","tidak" menjadi "nyanda" belum lagi kata serapan,imbuhan,aksen khas manado,kecepatan bicara,dll....hufth makanya kubilang penyesuaian yang lumayan panjanglah.
Akhirnya aku sampai pada satu kesimpulan bahwa aku tetap harus berjalan.Tetap melangkah selangkah demi selangkah.Walaupun banyak penyesuaian banyak cobaan tapi harus kujalani.....Semangaddd!!!

Senin, 07 Maret 2011

Corat Coret.....

Sejak semalam aliran listrik berhenti mengalir ke rumahku. Anehnya cuma rumahku dan tetangga sebelah yang mengalamainya. Ah.....sepertinya ada yang tidak beres pada tiang di depan rumahku itu. Mungkin ada kabel yang putus atau koslet atau insiden apa pun yang sungguh aku tidak tahu menahu masalah itu. 
Listrik padam itu hal biasa tetapi bila sudah selama ini hampir 12 jam tetap saja membuatku khawatir hehe....apalagi kulihat simbol baterai di hp ku sdh melewati batas aman, kritis.....sudah hampir lowbat. dua duanya lagi. Pupus sudah deh harapan untuk masih bisa berinteraksi dengan dunia luar. Padahal kalau mati lampu begini cuma hp yang bisa sangat membantu melewati masa kegelapan ini :-( (lebaiii....). Tanpa listrik semua kerjaan terhambat, informasi pun terhambat. Untunglah sinar mentari masih ada memasuki ruangan kamarku jadinya aku masih bisa mengisi waktu dengan membaca buku....Hmmm....membaca membaca...sudah hampir sebulan aku tidak membaca lagi. Karena ada kerjaan yang ingin kuselesaikan secepatnya. Sekali lagi aku bermasalah dengan elemen waktu. Tadi sempat buka facebook, ada lagi orang yang mempromosikan buku hasil karyanya....Oh Tuhan....kapan aku juga bisa menyelesaikan bukuku. Waktu terus berjalan, tik...tok...tik...tok.... sepertinya harus ada skala prioritas dalam agendaku.

Minggu, 20 Februari 2011

Hidup Bebas Sasaran

Assalamu Alaikum....
Satu lagi nich buku yang menambah pengetahuanku, kudapat dari dalam lemari ayahku, terselip di beberapa tumpukan buku yang sepertinya sudah lama tiada orang yang memperhatikan. Iseng juga awalnya karena tidak ada kerjaan dan memang selama ibuku pergi sejak 5 hari lalu, aku berniat untuk istirahat membaca buku dan fokus menggantikan posisi ibu di rumah (hehe....niat yang aneh). Tapi begitulah rasa penasaran dan bete sangat pun menghampiri, singkat cerita lemari buku ayah pun kugeledah :-).

Dan begitulah buku berjudul "Hidup Bebas Sasaran" kutemukan. Penasaran dengan judulnya aku pun langsung membaca isinya. Sebuah buku terjemahan jadi kata-katanya pun ya....seperti itu, tidak senyaman membaca untaian kata ang ditulis penulis dalam negeri. Tapi jangan kira saudara....isinya itu begitu mencerahkan. Baru membaca pengantarnya saja aku sepertinya ingin langsung berada pada bab 10-nya hehe....Telah disurvey via telepon secara acak oleh Goalfree.com dengan bantuan Opinion Research Corporation of Princeton, New Jersey terhadap 1.102 orang dan hasilnya adalah....

  1. 41% orang Amerika mengatakan bahwa mencapai sasaran mereka tidak membuat mereka lebih bahagia dan hanya membuat mereka kecewa? Ini terjadi pada lebih dari 100 juta orang
  2. 33% orang Amerika mengalami kurang tidur karena memikirkan sasaran mereka? Ini terjadi pada satu dari tiga orang merika
  3. Hampir satu dari lima orang Amerika (18%) menghadapi perpecahan dalam pertemanan, pernikahan, hubungan dengan sesama karena suatu sasaran yang mereka raih
  4. 27% orang Amerika mengatakan bahwa mencapai sasaran finansial tidak membuat mereka lebih bahagia
Hmmm.....melihat data statistik seperti itu memang tidak terlalu mengejutkanku karena memang prinsipku adalah tidak menjadi orang yang ingin dikuasai oleh sebuah sasaran finansial belaka. Tapi tetap saja aku kagum pada institusi yang membuat survey ini dan aku merasa kasihan saja pada orang-orang yang berada dalam range sekian persen itu yang sepertinya kurang menemukan arti kebahagiaan sejati dalam hidupnya.
Buku itu juga menceritakan tentang perjalanan seseorang yang bekerja di suatu perusahaan konsultan dan memiliki karir yang sukses tapi karena kegilaannya mengejar sasaran dalam hidupnya sehingga istrinya menceraikannya. Hingga akhirnya dia sadar akan kesalahannya dan keluar dari perusahaannya, berkeliling dunia menjadi seorang motivator setelah sebelumnya dia mengikuti kursus pengembanan diri dan banyak membaca buku filusuf timur.
Di buku ini juga ada dua golongan manusia yaitu manusia pengejar sasaran dan manusia pengikut arus. Pikiranku pertama kali bahwa lebih enak menjadi tipe manusia yang pertama yaitu pengejar sasaran tetapi ternyata hidup sebagai orang yang hanya mengejar sasaran saja sungguh membosankan. Seperti data di atas rata-rata hanya membawa pada tingkat stres tinggi. Hidup sebagai pengiku arus diibaratkan sebagai katak yang berada di atas daun. Katak tersebut akan berdiam diri di atas daun itu dan akan melompat ke daun sebelahnya lagi bila dia merasa sudah waktunya untuk melompat. Begitulah....si pengikut arus akan fokus pada apa yang sedang dijalaninya tanpa merisaukan seperti apa masa depannya karena yang sedang dijalaninya dalah sesuatu yang dia senangi. Dan tentunya akan banyak hal yang akan disenanginya karena hidup ini memiliki beragam cara untuk menyibukkan manusia :-)
Bagus juga sebagai bahan pendalamanku. Jadi bila kumasukkan dalam kerangka hidupku.....setelah diterima kerja di departemen favoritku, aku sepertinya menyukai aktivitas menulis dan ingin membuat sebuah buku, setelah itu mungkin juga menjadi pengusaha, lalu motivator lalu sutradara, lalu berkeliling dunia mencari sesuatu yang baru hahahahahaha........rakus benar diriku ya.....intinya seperti yang dikatakan ayahku, selalu berusaha menggali potensi diri dan tetap berada pada track record Islam.
Sebenarnya bukunya belum selesai kubaca hehee...nanti jikalau sudah selesai kubaca semua maka tulisan ini pun akan kusempurnakan :-)

Selasa, 08 Februari 2011

Belajar di Waktu Subuh

Assalamu Alaikum Warahmatullah...


Belajar di waktu subuh?Hmm...jadi ingat masa-masa sekolah dulu dimana kata "wajib belajar" begitu melekat di telinga apalagi ditambah slogan pemerintah "wajib belajar 9 tahun" hehe...
Tapi bukan berarti setelah 9 tahun itu yaitu masa kuliah dan bekerja "wajib belajar" tidak berlaku lagi lho,oh tidak bisa....Malah menurut pengalamanku arti belajar sesungguhnya kutemukan saat di bangku kuliah. Kenapa begitu???karena saat menyandang siswi dulu jujur aku belajar hanya karena ingin naik kelas, masuk top ten, dapat nilai bagus, malas ikut pengulangan dan gengsi kalau dapat nilai jelek (aduh...mirisx pikiranku saat itu). But anyway sekarang untungnya pikiranku sudah terbuka karena pengalamanku dan orang-orang yang menginspirasiku :-)
Menurutku belajar itu butuh komitmen jadi tidak seperti dulu waktu sekolah pakai sistem kebut semalam (SKS), dijamin deh orang yang belajar pakai sistem ini pasti ilmunya tidak akan bertahan lama. Yaa...walaupun belajarnya cuma 30 menit dalam sehari tapi kalau kita berkomitmen dilaksanakan setiap hari maka insyaAllah ilmu yang kita pelajari mudah untuk diserap :-). Ini sudah kupraktekkan lho jadi just try. Satu lagi yang penting adalah waktu yang paling enak buat belajar yaitu pada waktu subuh, jam nya tergantung komitmen waktu kalian. Biasanya aku stel alarm jam 3 subuh dan baru efektif belajar sekitar jam 03.30 subuh (30 menitnya msh bangun tidur melawan kantuk hehe...). Jujur memang agak susah bangunnya tapi kalau dibiasakan pasti bisa. Kenapa harus subuh???soalnya saat subuh suasana tenang, aman dan tentram hehe...paling yang kedengaran suara nyamuk atau cicak tapi tenang saja nyamuk kan bisa dilawan pakai obat nyamuk sedangkan cicak tidak pernah berniat untuk dekat-dekat manusia kecuali cicaknya suka sama kamu :-). Apapun kegiatan belajar misalnya membaca, menulis, menghitung, otak-atik hardware dll yang dilakukan waktu subuh pasti akan cepat diserap atau cepat selesai, tidak ada yang mengganggu jadi pikiran lebih fokus. Buat yang muslim sebelum belajar bisa sholat tahajjud dulu dijamin tambah lancar penyerapan ilmunya, Amin.
Bila memang tidak bisa bangun subuh jangan dipaksakan siapa tahu waktu belajar efektif tiap orang berbeda. Kalau aku memang lebih suka subuh lagian kalau belajar malam tidak tahan begadang, kalau siang biasanya banyak pekerjaan lain yang dilakukan jadi subuh is my favorit time :-)
Bagi yang mau coba silahkan dicoba, semoga bisa jadi solusi bagi kalian yang susah cari waktu buat belajar yang efektif. Belajar kan penting, bukankah ayat pertama yang diturunkan Allah adalah perintah untuk belajar. IQRA. Jadi kita disuruh untuk selalu membaca dan selalu belajar :-)